PEMBELAJARAN KIMIA ONLINE

Perbedaan Lemak dan Minyak

Home »  artikel kimia »  Perbedaan Lemak dan Minyak

Perbedaan Lemak dan Minyak

On Januari 14, 2016, Posted by , In artikel kimia, By , With No Comments

            Pernahkah anda bertanya kepada seseorang ataupun sekedar terlintas di benak anda, mengapa pada suhu kamar lemak dan minyak memiliki bentuk atau wujud yang berbeda padahal bahan penyusunnya sama yaitu lipid???

lemak1

            Sebelum menjawab pertanyaan tersebut alangkah lebih baiknya kita mengetahui dulu apa itu lemak dan apa itu minyak. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester non polar yang bersifat tidak larut dalam air (pelarut polar). Lemak dihasilkan oleh hewan sedangkan minyak dihasilkan oleh tumbuhan sebagai timbunan cadangan makanan. Fungsi dari minyak dan lemak sendiri pada kehidupan sehari-hari sangat akrab dengan kita, yaitu sebagai sumber energi terbesar, memperbaiki tekstur makanan menjadi sangat menggoda, sebagai medium perpindahan panas pada saat penggorengan, dan yang paling penting adalah pelarut sebagian besar vitamin yaitu A, D, E, dan K.

            Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida atau trigliserol, dimana berarti lemak dan minyak merupakan triester dari gliserol. Dari pernyataan tersebut, jelas menunjukkan bahwa lemak dan minyak merupakan ester yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak dan gliserol. Lemak merupakan jenis trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berwujud padat, sedangkan minyak berwujud cair pada suhu ruang. Panjang struktur lemak dan minyak tergantung dari asam lemak yang terikat pada gliserin ini. Perbedaan asam lemak penyusun struktur lemak dan minyak inilah yang menyebabkan perbedaan wujud keduanya. Lemak memiliki asam lemak penyusun yang berantai karbon jenuh atau ikatan tunggal lebih banyak. Sedangkan minyak tersusun dari asam lemak yang memiliki rantai karbon tak jenuh atau terdapat ikatan rangkap (rangkap 2 atau 3). Untuk lebih jelasnya, perhatikan struktur dibawah ini.

lemak2

            Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa minyak memiliki rantai karbon tak jenuh sehingga struktur tiga dimensinya tidak linear tetapi meruah sehingga jarak antar asam lemak cukup lebar dan bentuk molekulnya tidak rapat (terdapat jarak atau berongga). Selain alasan tersebut, ada juga perbedaan wujud ini berdasarkan adanya perbedaan titik leleh keduanya. Lemak memiliki titik leleh lebih tinggi daripada minyak sehingga untuk mencairkan lemak biasanya dilakukan dengan pemanasan.

lemak3

            Bengkoknya struktur molekul penyusun lemak inilah yang menyebabkan jarak antar molekul menjadi tidak berhimpit dan cenderung bebas meruah. Titik leleh pada lemak dan minyak dipengaruhi oleh panjang rantai karbon, jumlah ikatan rangkap, dan konfigurasi stereokimianya. Semakin panjang rantai karbon maka titik leleh semakin tinggi. Semakin banyak ikatan rangkap maka titih leleh semakin rendah. Pada konfigurasi isomer asam lemak tidak jenuh yang cis titik leleh lebih rendah daripada konfigurasi trans.

Tinggalkan Balasan