PEMBELAJARAN KIMIA ONLINE

Faktor-Faktor

Home »  Tak Berkategori »  Faktor-Faktor

Faktor-Faktor

On Januari 7, 2016, Posted by , In Tak Berkategori, With No Comments

Faktor-Faktor Laju Reaksi

            Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa besarnya laju reaksi dari suatu reaksi kimia dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain faktor utama yang mempengaruhi yaitu jenis pereaksi, faktor lain yang mempengaruhi laju reaksipun banyak. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi akan memungkinkan kita untuk dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi.

            Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi sebagai berikut :

    1. Temperatur

           Berlangsungnya suatu reaksi dapt dipercepat atau diperlambat dengan menaikkan atau menurunkan temperaturnya. Jika lebih dari satu pereaksi ditepatkan pada suatu wadah dan dinaikkan temperaturnya maka energi kinetik yang dimiliki oleh masing-masing partikel pereaksi semakin besar akibatnya gerakan partikel juga sekin cepat sehingga peluang untuk terjadinya tumbukan partikel pereaksi A dan pereaksi B semakin besar. Dengan meningkatnya peluang tumbukan ini maka semakin cepat proses pembentukan produk dengan kata kata lain reaksi terjadi semakin cepat (laju reaksi meningkat).

             Pada umumnya, setiap kenaikan temperatur tertentu (biasanya 10oC) laju reaksi akan naik menjadi dua kali lipat dari laju reaksi semula atau lebih. Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

materi 10

Keterangan :

vt : laju reaksi akhir                                             ∆T   : kenaikan temperatur (oC)

v : kenaikan laju reaksi                                       vo     : laju reaksi awal

T1  :suhu akhir                                                       T0         :suhu awal

 Capture 4

            Penerapan pengaruh temperatur terhadap laju reaski ini telah kita gunakan pada kehidupan sehari yaitu saat kita menyimpan ikan atau daging pada lemari pendingin atu dibekukan untuk menjaga ikan atau daging yang kita simpan tahan lebih lama atau awet. Hal tersebut bertujuan untuk memperlambat reaksi pembusukan oleh bakteri pada daging.

    2. Konsentrasi Reaktan

            Jika konsentrasi reaktan semakin besar maka laju reaksi semakin cepat karena dengan meningkatnya konsentrasi reaktan maka jumlah partikel reaktan semakin besar sehingga kemungkinan untuk terjadinya tumbukan semakin besar, inilah sebabnya reaksi menjadi lebih cepat dengan peningkatan konsentrasi reaktan.

 Capture 5

    3. Luas Permukaan / Bidang Sentuh

            Luas permukaan zat yang bereaksi sangat mempengaruhi kecepatan reaksi. Dengan bertambah luasnya parmukaan reaktan maka jumlah moleku, partikel, ion dan atom juga semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan reaksi berlangsung semakin cepat.

            Semakin kecil ukuran partikel maka semakin besar luas permukaan reaktan. Dapat dibuktika dengan mengukur luas permukaan suatu balok dengan ukuran 12 x 3 x 4cm (p x l x t) dengan balok balok yang memiliki ukuran setengahnya (balok pertama dibelah menjadi 2 maka didapatkan 2 buah balok kecil) yaitu6 x 3 x 4 cm.

Capture 6

            Penerapan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi dapat dilihat pada pembakaran kayu. Dengan massa yang sama serpihan kayu (serbuk gergaji) lebih cepat habis terbakar daripada balok kayu.

    4. Tekanan

            Tekanan hanya mempengaruhi laju reaksi pada fasa gas karena padatan dan cairan tekanannya selalu tetap. Peningkatan tekanan gas akan berpengaruh pada peningkatan konsentrasi. Jika Anda memilki gas dalam massa tertentu, semakin Anda meningkatkan tekanan maka semakin kecil juga volumenya. Dan jika volumenya kecil sedangkan massanya sama maka semakin tinggi konsentrasinya.

Capture 7

            Gambar tersebut menunjukkan tekanan semakin besar dari kiri ke kanan, volume berkurang, konsentrasi meningkat, sehingga laju reaksi meningkat.

  5. Katalis

             Katalis adalah suatu zat yang dapamempengaruhi jalannya suatu laju reaksi dengan cara memberikan jalan lain terjadinya reaksi yang memiliki energi aktivasi yang lebih rendah atau lebih tinggi. Katalis lebih diartikan sebagai zat yang dapat mempercepat jalannya suatu reaksi (promotor). Ada juga katalis yang dapat memperlambat jalannya suatu reaksi yang lebih dikenal dengan inhibitor. Namun zat katalis struktur kimianya pada akhir reaksi tidak mengalami perubahan. Selain itu ketika reaksi selesai, kita akan mendapatkan massa katalasis yang sama sesuai dengan massa awalnya ketika zat tersebut ditambahkan. Sehingga katalis dianggap tidak bereaksi. Zat-zat yang sering digunakan sebagai katalis adalah logam-logam golongan transisi atau senyawa-senyawanya. Otokatalis adalah katalis yang dihasilkan oleh reaksi itu sendiri.

 Capture 8

 

Tinggalkan Balasan