PEMBELAJARAN KIMIA ONLINE

Teori Tumbukan

Home »  Tak Berkategori »  Teori Tumbukan

Teori Tumbukan

On Januari 7, 2016, Posted by , In Tak Berkategori, By , With No Comments

            Bagaimana suatu reaksi dapat terjadi? Terjadinya reaksi kimia dapat dijelaskan berdasarkan teori tumbukan. Menurut teori tumbukan, suatu reaksi berlangsung sebagai hasil tumbukan antar partikel pereaksi. Namun, tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi, hanya tumbukan yang efektif lah yang menghasilkan reaksi. Dengan kata lain tumbukan yang mencapai energi minimum serta memiliki arah tumbukan yang tepatlah yang dapat menimbulkan reaksi. Reaksi kimia terjadi apabila terdapat perubahan susuna molekul (struktur molekul). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi dibawah ini :

                                                                                         capture 2

            Energi minimum yang harus dimiliki partikel pereaksi sehingga dapat menimbulkan tumbukan efektif disebut energi pengaktifan atau energi aktivasi (Ea).  Energi aktivasi semakin besar maka semakin sukar suatu reaksi dapat berlangsung.

                                                                                 Capture 3

            Grafik diatas menunjukkan pada reaksi endoterm energi pereaksi lebih rendah daripada energi produk, sehingga dapat disimpulkan bahwa reaksi endoterm menyerap energi dari lingkungan agar dapat terjadi reaksi. Pada reaksi eksoterm terjadi peristiwa sebaliknya, yaitu energi pereaksi lebih tinggi daripada energi produk, sehingga reaksi eksoterm cenderung melepaskan energi (kalor) dari sistem ke lingkungan. Kedua hal ini dapat kita rasakan pada peristiwa melelehnya es apabila diletakkan di telapak tangan kita (endoterm) sehingga tangan menjadi dingin. Contoh reaksi eksoterm adalah kapur tohor yang sering digunakan untuk campuran bangunan apabila direaksikan dengan air maka akan muncul panas jika kita berada di sekitar campuran tersebut.

 

Tinggalkan Balasan