PEMBELAJARAN KIMIA ONLINE

Pembahasan Soal

Soal pilihan Ganda

  1. Laju reaksi adalah kecepatan berkurangnya konsentrasi reaktan atau bertambahnya konsentrasi produk setiap satuan waktu. Dari pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa konsentrasi reaktan yaitu P dan Q2 akan berkurang dan konsentrasi produk (sebelah kanan tanda panah) yaitu P2O3 akan bertambah. Jadi jawaban yang benar adalah Penambahan konsentrasi P2O3 tiap satuan waktu (D).
  2. Dari persamaan laju :

   v = k [A][B]2

   Diketahui bahwa orde reaksi terhadap A= 1

   orde reaksi terhadap B = 2

   Jadi orde/tingkat reaksi total = 1+2 = 3 ().

  1. Dari data percobaan 1 & 2 :

pembahasan1

Dari data Percobaaan 2 dan 3 :

pembahasan2

   Mencari nilai k :

   v = k [A] [Br2]……….. misal dengan menggunakan percobaan 1

  6 = k (0,1 M) (0,05 M)

  pembahasan3

k = 1.200 M-1s-1

 

Laju reaksi yang ditanyakan :

v = 1.200 M-1s-1 (0,01 M) (0,03M)

= 0,36 M/s (B)

   4. Diketahui :

        pembahasan15

        Ditanya : t1= ???

        pembahasan4

  5.  Diketahui :

        pembahasan16

        Ditanya : t1= ???

        pembahasan5

  6.Kenaikan temperatur dapat mempercepat reaksi karena dengan naiknya temperatur akan meningkatkan energi kimetik sehingga gerak partikel reaktan semakin cepat akibatnya memperbesar peluang terjadinya tumbukan antar partikel sehingga reaksi akan berlangsung lebih cepat. (D)

7. Pada percobaan 1 dan 3 ukuran partikel besi berbeda yaitu serbuk dan kepingan sementara itu konsentrasi HCl sama yaitu 3M. Sehingga proses berjalannya reaksi hanya dipengaruhi oleh ukuran partikel/luas permukaan reaktan. (E)

8. Reaksi yang berlangsung paling cepat adalah reaksi yang memiliki luas permukaan pereaksinya paling besar (serbuk) dan konsentrasi pereaksinya paling besar (3M). Sehingga percobaan 1 adalah yang paling cepat. (A)

9. Reaksi yang berlangsung paling lambat adalah reaksi yang memiliki luas permukaan pereaksinya paling kecil (kepingan) dan konsentrasi pereaksinya paling kecil (1M). Sehingga percobaan 5 adalah yang paling cepat. (E)

10. Dari data percobaan 1 & 2 :

  pembahasan6

  Dari data percobaan 2 & 3 

  pembahasan7

         Jadi persamaan laju reaksinya adalahv = k [A] [B]2 (B)

Soal Essay

  1. Diketahui :      [AB]= 0,12M

        [AB]1   = 0,36M

          t0      = 20 s

          t1      = 50 s

            Ditanya : v = ???

            Jawab :

            pembahasan8

     2.Diketahui : 

         pembahasan9

        Ditanya : v =???

        Jawab :

         pembahasan10

   3. Diketahui :

       pembahasan18

      Ditanya : x =???

     Jawab :

     pembahasan11

4. Pengaruh luas permukaan : semakin luas permukaan reaktan (ukuran partikel reaktan makin kecil) maka laju reaksi semakin besar/cepat.

     Pengaruh konsentrasi         : semakin besar konsentrasi reaktan maka laju reaksi semakin besar/cepat.

     Pengaruh temperatur           : semakin tinggi temperatur maka laju reaksi semakin besar/cepat.

5. Dari data percobaan 1 & 2 :

     pembahasan12

     Dari data percobaan 2 & 4 :

pembahasan13

    Mencari nilai k :

     v = k [N2] [H2]……….. misal dengan menggunakan percobaan 3

    30 = k (0,1 M) (0,3 M)

    pembahasan19

   k = 1.000 M-1s-1

 

Semoga dapat bermanfaat :) Semangat belajar :) :) :)

Pembahasan soal latihan 1 dapat didownload di sini !!!

 

 

 

 

            Avogadro adalah salah satu aplikasi editor molekul yang bisa dikatakan  canggih, dimana aplikasi ini dirancang untuk berbagai jenis platform sistem operasi, yang salah satunya adalah sistem operasi Linux BlankOn. Aplikasii ini digunakan dalam kimia komputasi, pemodelan molekul, bioinformatika, ilmu material, dan bidang terkait.

Dengan aplikasi ini kita dapat dengan mudah membuat animasi senyawa tertentu seperti yang diinginkan sekaligus melakukan editing dari senyawa yang telah kita rancang.

Apa yang dapat dilakukan Avogadro? Kelebihan Avogadro :

  • Dapat melakukan pengunduhan secara langsung dari PDB (protein data bank) atau PubChem (database dari molekul kimia dan aktivitasnya terhadap uji biologis)
  • Inovatif “auto-optimation”, alat yang memungkinkan Anda untuk terus membangun dan memodifikasi, selama optimasi mekanika molekular.
  • Antarmuka untuk banyak paket komputasi umum.
  • Plugin yang memungkinkan Avogadro untuk diperpanjang dan disesuaikan.
  • Embedded interpreter Python.
  • Terjemahan tersedia dalam 19 bahasa lebih, termasuk antar muka juga sudah bisa berbahasa Indonesia, tersisa hanya beberapa bagian saja yang belum dialihbahasakan.
  • Cross-Platform: Molekul pembangun / editor untuk Windows, Linux, dan Mac OS X.
  • Intuitif: Dibangun untuk dapat digunakan dengan mudah bagi mahasiswa dan peneliti lebioh lanjut.
  • Cepat: Mendukung multi-threaded rendering dan komputasi.
  • Extensible: Plugin arsitektur bagi pengembang, termasuk rendering, tool interaktif, perintah, dan skrip Python.
  • Fleksibel: Fitur OpenBable yang dapat digunakan untuk impor file-file kimia lain, input untuk beberapa paket kimia komputasi, kristalografi, dan biomolekul.

Cara menggunakan aplikasi Avogadro

Untuk memulai aplikasi ini, pertama, tentu kita harus membuka aplikasi Avogadro yang telah terinstal di dalam laptop maupun komputer anda. Dimana tampilan awal dari aplikasi ini seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

avogadro1

Untuk mebuat bentuk molekul glukosa pertama-tama kita klik Tool Setting, kemudian pada kolom Element kita ambil atom karbon, pada Bond Order pilih single, kemudian klik pada layar gambar, tahan dan geser hingga terbentuk ikatan antar atom.

avogadro2

Kemudian letakkan atom pada halaman untuk menggambar, silahkan menggambar sesuai yang anda inginkan, hingga terbentuk gambar misal struktur molekul seperti berikut :

avogadro3

Apabila atom yang kita inginkan tidak ada pada list, maka kita dapat klik other untuk memunculkan tabel periodik unsur dan memilih atom yang kita inginkan dengan meng-klik atom tersebut.

avogadro4

Buat 6 buah atomk karbon yang saling berikatan seperti pada gambar berikut :

avogadro5

Selanjutnya pilih atom oksigen dan gambarkan 6 atom oksigen seperti pada gambar berikut :

avogadro6

selanjutnya pilih atom hidrogen dan gambarkan seperti pada gambar berikut :

avogadro7

Dan selesai. jadilah satu molekul glukosa yang terdiri dari atom karbon, oksigen dan hidrogen.

Selanjutnya setelah molekul sudah kita buat, kita juga bisa memanfaatkan toolbar dari aplikasi ini untuk melihat secara lebih detil dari atom yang kita buat dengan penjelasan masing-masing toolbar sebagai berikut :

avogadro8   fungsi ikon ini adalah untuk membuat molekul serta membuat ikatan diantara atom-atom pada ruang gambar.

avogadro9  fungsi ikon ini adalah untuk merotasi desain molekul yang kita buat.

avogadro10  fungsi ikon ini adalah untuk melihat sudut kemiringan molekul secara vertikal dan horisontal.

avogadro11  fungsi ikon ini adalah untukmerotasi desain molekul pada gerakan yang bebas,

avogadro12  fungsi ikon ini adalah untuk menjalankan animasi rotasi ke berbagai arah sesuai dengan garis arah mouse.

avogadro13  fungsi ikon ini adalah untuk merotasi desain molekul yang kita buat.

avogadro14  fungsi ikon ini adalah untuk merotasi desain molekul yang kita buat.

avogadro15  fungsi ikon ini adalah untuk merotasi desain molekul yang kita buat ke beberapa arah.

 

Untuk lebih jelasnya silahkan pelajari dari video berikut :

 

 

Sekian Tutorial menggambar bentuk molekul dan struktur senyawa menggunakan aplikasi avogadro ini. Semoga Bermanfaat :)

 

 

Latihan Soal

A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

    1. Laju reaksi 2P + 3Q2 à P2O3 dapat dinyatakan sebagai….

  1. Penambahan konsentrasi P, Q2, dan P2O3 tiap satuan waktu
  2. Penambahan konsentrasi P tiap satuan waktu
  3. Penambahan konsentrasi Q2 tiap satuan waktu
  4. Penambahan konsentrasi P2O3 tiap satuan waktu
  5. Penambahan konsentrasi P dan Q2 tiap satuan waktu

    2. Reaksi antara gas A dab B sebagai berikut.

         A + B à C + D

        Jika persamaan kecepatan reaksinya adalah v = k [A][B]2, reaksi tersebut termasuk reaksi tingkat….

  1. 0                                       d.  3
  2. 1                                       e.  4
  3. 2

   3. Pada temperatur 273oC, gas bromin bereaksi dengan gas nitrogen monoksida dengan data percobaan sebagai berikut :

soal1

       Laju reaksi jika konsentrasi gas NO = 0,01M da gas Br2 = 0,03M adalah….

  1. 0,012 M/s                         d.  4,6 M/s
  2. 0,36 M/s                           e.  12 M/s
  3. 1,2 M/s

4.   Setiap 15oC laju reaksi menjadi dua kali lipat lebih cepat dari semula. Jika pada temparatur 30oC reaksi berlangsung 12 menit, waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi pada temperatur 75oC adalah …..

  1. 1 menit                             d.  3 menit
  2. 1,5 menit                          e.  4 menit
  3. 2 menit

5.   Reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 20oC. Jika pada 30oC suatu reaksi berlangsung 3 menit, pada suhu 70oC reaksi akan berlangsung selama …..

  1. 1/3 menit                          d. 4 menit
  2. 2/3 menit                          e. 12 menit
  3. 1 menit

6.   Kenaikan temperatur umumnya menaikkan kecepatan reaksi. Alasan yang tepat adalah…

  1. Energi kinetik dari molekul-molekul menurun.
  2. Kenaikan temperatur menghasilkan reaksi dapat balik.
  3. Kecepatan masing-masing molekul menjadi sama.
  4. Energi kinetik dari molekul-molekul meningkat.
  5. Kenaikan suhu memperkecil energi aktivasi

Tabel berikut untuk mengerjakan soal nomor 7-9.

soal2

   7. Pada percobaan 1 dan 3 faktor yang berpengaruh terhadap proses berjalannya reaksi adalah ….

  1. Konsentrasi HCl
  2. Sifat-sifat reaktan
  3. Temperatur
  4. Katalis
  5. Luas permukaan

   8. Dari percobaan tersebut reaksi yang paling cepat berlangsung adalah reaksi nomor…..

  1. 1                                       d.  4
  2. 2                                       e.  5
  3. 3

   9. Reaksi yang berlangsung paling lama adalah reaksi nomor…..

  1. 1                                       d.  4
  2. 2                                       e.  5
  3. 3

 10. Data percobaan untuk reaksi : A + B à C sebagai berikut:

       soal3

  1. v = k [A] [B]                    d.  v = k [A]2 [B]2
  2. v = k [A] [B]2                   e.  v = k [A]2
  3. v = k [A]2 [B]

B. Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat !

          1. Data percobaan reaksi A + B à AB

               soal4

Tentukan laju reaksi pembentukan zat AB!

Jawab :

2. Berdasarkan eksperimen :

            soal6

Diketahui gas N2 bertambah dari 0 menjadi 0,005 mol/L dalam waktu 10 detik. Tentukan laju reaksi pembentukan gas N2 !

Jawab :

 

 

3. Apabila pada temperatur 25oC reaksi berlangsung selama 160 detik, kecepatan reaksi berubah menjadi x kali setiap kenaikan 10oC, dan waktu reaksi pada temperatur 55oC sebesar 20 detik. Berapakah nilai x tersebut?

Jawab :

 

 

4. Bagaimana pengaruh luas permukaan, konsentrasi, dan temperatur terhadap laju reaksi?

Jawab :

 

 

5. Data eksperimen untuk reaksi N2(g) +3H2(g) –> 2NH3(g) terdapat pada tabel berikut :

    soal5

Tentukan tetapan laju reaksi pada reaksi tersebut!

Jawab :

 

 

Selamat Mencoba dan Selamat mengerjakan. Soal dapat download di sini !!!! :)

 

 

 

LAJU REAKSI

       A. Pengertian Laju Reaksi

            Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali reaksi-reaksi kimia yang terjadi tanpa kita sadari bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa kimiawi. Beberapa reaksi kimia berlangsung cepat dan beberapa lagi terjadi sangat lambat. Hal tersebut terjadi karena perbedaan kecepatan reaksi. Kecepatan suatu reaksi sering disebut laju reaksi. Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi zat yang bereaksi (reaktan) dan zat hasil reaksi (produk) per satuan waktu, pada proses berlangsungnya suatu reaksi, konsentrasi reaktan berkurang dan konsentrasi produk bertambah pada umumnya.

1

             Laju perubahan reaktan muncul dengan tanda negatif dan laju perubahan produk dengan tanda positif. Hal ini dikarenakan pengertian laju reaksi yang dijelaskan diawal pembahasan, bahwa laju reaksi adalah perubahan (pengurangan) konsentrasi zat yang bereaksi (reaktan) dan penambahan konsentrasi zat hasil reaksi (produk) per satuan waktu.

Untuk reaksi yang umum:

aA + bB → cC + dD

Persamaan lajunya ialah

2

Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam grafik seperti berikut :

3

 

4

      B. Teori Tumbukan

Menurut teori tumbukan, suatu reaksi berlangsung sebagai hasil tumbukan antar partikel pereaksi. Namun, tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi, hanya tumbukan yang efektif lah yang menghasilkan reaksi. Dengan kata lain tumbukan yang mencapai energi minimum serta memiliki arah tumbukan yang tepatlah yang dapat menimbulkan reaksi. Reaksi kimia terjadi apabila terdapat perubahan susuna molekul (struktur molekul).

capture 2

            Energi minimum yang harus dimiliki partikel pereaksi sehingga dapat menimbulkan tumbukan efektif disebut energi pengaktifan atau energi aktivasi (Ea).  Energi aktivasi semakin besar maka semakin sukar suatu reaksi dapat berlangsung.

Capture 3

Grafik diatas menunjukkan pada reaksi endoterm energi pereaksi lebih rendah daripada energi produk, sehingga dapat disimpulkan bahwa reaksi endoterm menyerap energi dari lingkungan agar dapat terjadi reaksi. Pada reaksi eksoterm terjadi peristiwa sebaliknya, yaitu energi pereaksi lebih tinggi daripada energi produk, sehingga reaksi eksoterm cenderung melepaskan energi (kalor) dari sistem ke lingkungan.

 

       C. Faktor-Faktor Laju Reaksi

            Laju reaksi dapt diperlambat dan dipercepat dengan cara merubah beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

      1. Temperatur

Jika lebih dari satu pereaksi ditepatkan pada suatu wadah dan dinaikkan temperaturnya maka energi kinetik yang dimiliki oleh masing-masing partikel pereaksi semakin besar akibatnya gerakan partikel juga sekin cepat sehingga peluang untuk terjadinya tumbukan partikel pereaksi A dan pereaksi B semakin besar. Dengan meningkatnya peluang tumbukan ini maka semakin cepat proses pembentukan produk dengan kata kata lain reaksi terjadi semakin cepat (laju reaksi meningkat). Pengaruh suhu ini dapat dirumuskan :

11

Keterangan :

vt : laju reaksi akhir                                             ∆T   : kenaikan temperatur (oC)

v : kenaikan laju reaksi                                       vo     : laju reaksi awal

T1 :suhu akhir                                                       T0     : suhu awal

5

                    2. Konsentrasi Reaktan

            Jika konsentrasi reaktan semakin besar maka laju reaksi semakin cepat karena dengan meningkatnya konsentrasi reaktan maka jumlah partikel reaktan semakin besar sehingga kemungkinan untuk terjadinya tumbukan semakin besar, inilah sebabnya reaksi menjadi lebih cepat dengan peningkatan konsentrasi reaktan.

Capture 5

6

                   3. Luas Permukaan / Bidang Sentuh

            Dengan bertambah luasnya parmukaan reaktan maka jumlah moleku, partikel, ion dan atom juga semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan reaksi berlangsung semakin cepat. Semakin kecil ukuran partikel maka semakin besar luas permukaan reaktan.

Capture 6

8

                   4. Tekanan

            Tekanan hanya mempengaruhi laju reaksi pada fasa gas karena padatan dan cairan tekanannya selalu tetap. Peningkatan tekanan gas akan berpengaruh pada peningkatan konsentrasi. Jika Anda memilki gas dalam massa tertentu, semakin Anda meningkatkan tekanan maka semakin kecil juga volumenya. Dan jika volumenya kecil sedangkan massanya sama maka semakin tinggi konsentrasinya.

Capture 7

 

                   5. Katalis

        Katalis lebih diartikan sebagai zat yang dapat mempercepat jalannya suatu reaksi (promotor). Ada juga katalis yang dapat memperlambat jalannya suatu reaksi yang lebih dikenal dengan inhibitor. Namun zat katalis struktur kimianya pada akhir reaksi tidak mengalami perubahan. Selain itu ketika reaksi selesai, kita akan mendapatkan massa katalasis yang sama sesuai dengan massa awalnya ketika zat tersebut ditambahkan. Sehingga katalis dianggap tidak bereaksi.

materi 14

            Ingat, katalais hanya mempengaruhi laju pencapaian kesetimbangan, bukan posisi keseimbangan (misalnya : membalikkan reaksi). Katalis tidak menggangu gugat hasil suatu reaksi kesetimbangan.

7

       D. Orde Reaksi

            Orde reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang orde reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Dalam percobaan tersebut kita mengamati pengaruh penambahan konsentrasi tiap-tiap reaktan/pereaksi terhadap laju reaksi. Jika konsentrasi salah satu zat dinakkan menjadi a kali dan ternyata laju reaksinya menjadi b kali, maka :

[a]orde = b

          Dari pengambaran di atas, orde reaksi berupa bilangan pangkat dari konsentrasi zat-zat yang bereaksi. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan,misal namanya A, berubah, Beberapa hal-hal yang akan kita temui adalah :

a. laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A

          Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A, laju reaksi akan berlipat ganda pula. JIka kita meningkatkan konsentrasi A menjadi dua kali lipat maka laju reaksi pun akan menjadi 2 kali lipat. Yang berarti orde reaksi terhadap A sama dengan satu.

b. laju reaksi berbanding lurus dengan kuadrat konsentrasi A

            Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A, laju reaksi akan berlipat menjadi kuadrat konsentrasi tersebut. JIka kita meningkatkan konsentrasi A menjadi dua kali lipat maka laju reaksi pun akan menjadi 22 = 4 kali lipat. Yang berarti orde reaksi terhadap A sama dengan dua.

c. Laju reaksi tidak terpengaruh dengan konsentrasi A

           Hal ini berarti laju reaksi tidak terpengaruh oleh penambahan konsentrasi A. Yang berarti orde reaksi terhadap A sama dengan nol (0). Jika reaksi yang terjadi melibatkan dua reaktan atau lebih maka tiap-tiap reaktan kita cari orde reaksinya, kemuduan orde reaksi total merupakan hasil penjumlahan orde reaksi dari tiap-tiap reaktan.

 

       E. Persamaan Laju

Pemahaman tentang orde reaksi akan lebih jelas dalam bentuk persamaan reaksi. Misialnya terjadi reaksi anrata zat A dan zat B sebagai berikut :

A + B à C

Maka bentuk persamaan reaksinya adalah :

materi 17

Keterangan :

v     = laju reaksi (M/s)

k     = ketetapan laju reaksi

[A]  = konsentrasi zat A (M)

[B]  = konsentrasi zat B (M)

m    = orde reaksi terhadap zat A

n     = orde reaksi terhadap zat B

 

untuk mencari orde reaksi total dari suatu reaksi maka dapat digunkan rumus :

Orde Reaksi = m + n

Berikut ini disajikan beberapa contoh kasus yang dapat terjadi :

Berikut ini disajikan beberapa contoh kasus yang dapat terjadi :

a. Orde reaksi A = 1 dan B = 1, berarti orde reaksi totalnya = 2 dan bentuk persamaannya :

    a
b. Orde reaksi A = 2 dan B = 1, berarti ordereaksi totalnya = 3 dan bentuk persamaannya :

    b
c. Orde reaksi A = 2 dan B = 0, berarti ordereaksi totalnya = 2 dan bentuk persamaannya :

    c
             Dengan mengetahui orde reaksi zat A dan B beserta konsentrasi tiap-tiap zat tersebut dan kecepatan reaksinya kita dapan menentukan nilai dari ketetapan laju reaksi (k) tersebut. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Ketetapan ini dapat berubah-ubah, sebagai contoh, jika kita mengubah temperatur dari reaksi, menambahkan katalis atau merubah katalis. Jadi tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut sedangkan temperatur dan tekanannya tidak berubah/konstan.

 

 

 

 

            Pernahkah anda bertanya kepada seseorang ataupun sekedar terlintas di benak anda, mengapa pada suhu kamar lemak dan minyak memiliki bentuk atau wujud yang berbeda padahal bahan penyusunnya sama yaitu lipid???

lemak1

            Sebelum menjawab pertanyaan tersebut alangkah lebih baiknya kita mengetahui dulu apa itu lemak dan apa itu minyak. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester non polar yang bersifat tidak larut dalam air (pelarut polar). Lemak dihasilkan oleh hewan sedangkan minyak dihasilkan oleh tumbuhan sebagai timbunan cadangan makanan. Fungsi dari minyak dan lemak sendiri pada kehidupan sehari-hari sangat akrab dengan kita, yaitu sebagai sumber energi terbesar, memperbaiki tekstur makanan menjadi sangat menggoda, sebagai medium perpindahan panas pada saat penggorengan, dan yang paling penting adalah pelarut sebagian besar vitamin yaitu A, D, E, dan K.

            Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida atau trigliserol, dimana berarti lemak dan minyak merupakan triester dari gliserol. Dari pernyataan tersebut, jelas menunjukkan bahwa lemak dan minyak merupakan ester yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak dan gliserol. Lemak merupakan jenis trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berwujud padat, sedangkan minyak berwujud cair pada suhu ruang. Panjang struktur lemak dan minyak tergantung dari asam lemak yang terikat pada gliserin ini. Perbedaan asam lemak penyusun struktur lemak dan minyak inilah yang menyebabkan perbedaan wujud keduanya. Lemak memiliki asam lemak penyusun yang berantai karbon jenuh atau ikatan tunggal lebih banyak. Sedangkan minyak tersusun dari asam lemak yang memiliki rantai karbon tak jenuh atau terdapat ikatan rangkap (rangkap 2 atau 3). Untuk lebih jelasnya, perhatikan struktur dibawah ini.

lemak2

            Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa minyak memiliki rantai karbon tak jenuh sehingga struktur tiga dimensinya tidak linear tetapi meruah sehingga jarak antar asam lemak cukup lebar dan bentuk molekulnya tidak rapat (terdapat jarak atau berongga). Selain alasan tersebut, ada juga perbedaan wujud ini berdasarkan adanya perbedaan titik leleh keduanya. Lemak memiliki titik leleh lebih tinggi daripada minyak sehingga untuk mencairkan lemak biasanya dilakukan dengan pemanasan.

lemak3

            Bengkoknya struktur molekul penyusun lemak inilah yang menyebabkan jarak antar molekul menjadi tidak berhimpit dan cenderung bebas meruah. Titik leleh pada lemak dan minyak dipengaruhi oleh panjang rantai karbon, jumlah ikatan rangkap, dan konfigurasi stereokimianya. Semakin panjang rantai karbon maka titik leleh semakin tinggi. Semakin banyak ikatan rangkap maka titih leleh semakin rendah. Pada konfigurasi isomer asam lemak tidak jenuh yang cis titik leleh lebih rendah daripada konfigurasi trans.

Lembar Kerja Siswa (Tugas Kelompok)

Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju Reaksi

 

  1. Tujuan

Siswa dapat mengetahui pengaruh konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi.

  1. Alat dan Bahan

Alat :                                          Bahan :

1. Tabung reaksi                     1.  Kepingan magnesium

2. Stopwatch                            2.  Larutan HCl 1M, 2M, dan 3M

  1. Langkah Percobaan

1. Masukkan :     10 mL larutan HCl 1M ke dalam tabung reaksi 1.

                                          10 mL larutan HCl 2M ke dalam tabung reaksi 1.

                  10 mL larutan HCl 3M ke dalam tabung reaksi 1.

2. Masukkkan kepingan magnesium yang panjang dan ukurannya sama ke dalam masing-masing tabung reaksi.

3. Catat waktu reaksi mulai dari memasukkan kepingan Mg sampai kepingan Mg tersebut habis bereaksi dengan larutan HCl.

  1. Hasil Percobaan
Tabung Reaksi Konsentrasi Larutan HCl (10ml) Waktu Reaksi (s)
1 1 M
2 2 M
3 3 M
 
  1. Permasalahan

1. Bagaimana pengaruh konsentrasi larutan HCl terhadap laju reaksi ?

    Jawab :

 

2. Mengapa zat dengan konsentrasi besar memungkinkan terjadinya reaksi lebih cepat? Jelaskan!

Jawab :

 

  1. Kesimpulan

 

 

 

 

Lembar Kerja Siswa (Tugas Kelompok)

Pengaruh Katalis terhadap Laju Reaksi

  1. Tujuan

    Siswa dapat mengetahui pengaruh katalis terhadap laju reaksi penguraian H2O2.

  1. Alat dan Bahan

    Alat :                                              Bahan :

1. Gelas beaker                          1.  Larutan H2O2 5%

2. Pipet volume 25 mL               2.  Larutan NaCl 0,1 M

3. Pipet tetes                                3.  Larutan FeCl3 0,1M

  1. Langkah Percobaan

1. Siapkan 3 gelas beaker, masukkan 25mL larutan H2O2 5% ke dalam masing-masing gelas beaker.

2. Tambahkan 10 tetes larutan NaCl 0,1M pada gelas beaker 2. Catat waktu mulai dimasukkan larutan NaCl sampai gelembung yang terbentuk habis.

3. Tambahkan 10 tetes larutan FeCl3 0,1M pada gelas beaker 3. Catat waktu mulai dimasukkan larutan FeCl3 sampai gelembung yang terbentuk habis.

  1. Hasil Percobaan

Capture 3

Permasalahan

1. Bagaimana kecepatan terjadinya gelembung gas pada masing-masing gelas beaker ?

    Jawab :

 

 2. Jelaskan pengaruh penambahan masing-masing katalis terhadap laju reaski!

     Jawab :

 

Kesimpulan

 

 

 

 

Lembar Kerja Siswa (Tugas Kelompok)

Pengaruh Temperatur terhadap Laju Reaksi

a. Tujuan

 Siswa dapat mengetahui pengaruh temperatut/suhu terhadap laju reaksi.

        b. Alat dan Bahan

    Alat :                                       Bahan :

1. Gelas beaker                  1.  Larutan Na2S2O3 0,2M

2. Thermometer                  2.  Larutan HCl 2M

3. Stopwatch

       c. Langkah Percobaan

1. Masukkan ke dalam masing-masing gelas beaker 1, 2, dan 3 sebanyak 20mL larutan Na2S2O3 0,2M.

2. Panaskan larutan Na2S2O3 0,2M pada gelas beaker 1 pada suhu 30oC, gelas beaker 2 pada suhu 50oC, dan gelas beaker 3 pada suhu 70oC.

3. Letakkan gelas beaker tersebut di atas kertas putih yang telah diberi tanda silang dengan tinta merah.

4. Masukkan 10 mL larutan HCl 2M ke masing-masing gelas beaker.

5. Catat waktu reaksi mulai saat HCl dimasukkan sampai tanda silang merah pada kertas tidak terlihat oleh mata yang mengamati di atas gelas beaker.

       d. Hasil Kerja

Capture 2

           e. Permasalahan

   1. Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju reaksi masing-masing? Mengapa demikian ? Jelaskan!

        Jawab :

 

    2. Gambarlah grafik waktu reaksi terhadap suhu reaksi pada percbaan tersebut!

         Jawab :

 

              f. Kesimpulan

 
 

Lembar Kerja Siswa (Tugas Kelompok)

Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi

    a. Tujuan

Siswa dapat mengetahui pengaruh luas permukaan reaktan terhadap laju reaksi.

    b. Alat dan Bahan

Alat :                                      Bahan :

1. Tabung reaksi                1.  Serbuk, butiran dan kepingan batu pualam (CaCO3)

2. Gelas ukur                      2.  Larutan asam klorida 2M

3. Stopwatch

4. Neraca analitik

    c. Langkah Percobaan

1. Timbanglah 1 gram CaCO3 dalam bentuk serbuk masukkan ke dalam tabung reaksi 1.

2. Timbanglah 1 gram CaCO3 dalam bentuk butiran masukkan ke dalam tabung reaksi 1.

3. Timbanglah 1 gram CaCO3 dalam bentuk kepingan masukkan ke dalam tabung reaksi 1.

4. Masukkan sebanyak 10mL larutan HCl 2M ke dalam tabung reaksi 1 dan catat waktu saat memasukkan larutan.

5. Catat waktu reaksi milai dimasukkan HCl sampai semua batu pualam habis bereaksi.

6. Lakukan langkah pada poin 4 dan 5 pada tabung reaksi 2 dan 3.

    d. Hasil Percobaan

Capture 1

    e.  Permasalahan

1. Bagaimana pengaruh bentuk/luas permukaan terhadap laju reaksi? Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Jelaskan !

     Jawab :

 

   2. Gambarkan grafik waktu reaksi terhadap ukuran/bentuk CaCO3 !

    Jawab :

      f. Kesimpulan

 

 

 

 

 

Mengukur laju reaksi

          Laju reaksi biasanya diukur dengan melihat seberapa cepat konsentrasi suatu reaktan/pereaksi berkurang pada waktu tertentu. Atau dengan mengamati seberapa cepat konsentrasi suatu produk/hasil reaksi bertambah pada waktu tertentu. Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan bukan konsentrasi produk. Berarti satuan laju reaksi adalah M/s (molaritas/sekon).

 

Orde Reaksi

          Orde reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang orde reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Dalam percobaan tersebut kita mengamati pengaruh penambahan konsentrasi tiap-tiap reaktan/pereaksi terhadap laju reaksi. Jika konsentrasi salah satu zat dinakkan menjadi a kali dan ternyata laju reaksinya menjadi b kali, maka :

[a]orde = b

          Dari pengambaran di atas, orde reaksi berupa bilangan pangkat dari konsentrasi zat-zat yang bereaksi. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan,misal namanya A, berubah, Beberapa hal-hal yang akan kita temui adalah :

       a. Laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A

         Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A, laju reaksi akan berlipat ganda pula. JIka kita meningkatkan konsentrasi A menjadi dua kali lipat maka laju reaksi pun akan menjadi 2 kali lipat. Yang berarti orde reaksi terhadap A sama dengan satu.

       b. Laju reaksi berbanding lurus dengan kuadrat konsentrasi A

          Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A, laju reaksi akan berlipat menjadi kuadrat konsentrasi tersebut. JIka kita meningkatkan konsentrasi A menjadi dua kali lipat maka laju reaksi pun akan menjadi 22 = 4 kali lipat. Yang berarti orde reaksi terhadap A sama dengan dua.

       c. Laju reaksi tidak terpengaruh dengan konsentrasi A

         Hal ini berarti laju reaksi tidak terpengaruh oleh penambahan konsentrasi A. Yang berarti orde reaksi terhadap A sama dengan nol (0). Jika reaksi yang terjadi melibatkan dua reaktan atau lebih maka tiap-tiap reaktan kita cari orde reaksinya, kemuduan orde reaksi total merupakan hasil penjumlahan orde reaksi dari tiap-tiap reaktan.

Persamaan Laju Reaksi

         Pemahaman tentang orde reaksi akan lebih jelas dalam bentuk persamaan reaksi. Misialnya terjadi reaksi anrata zat A dan zat B sebagai berikut :

materi 16

          Maka bentuk persamaan reaksinya adalah :

materi 17

Keterangan :

v     = laju reaksi (M/s)

k     = ketetapan laju reaksi

[A]  = konsentrasi zat A (M)

[B]  = konsentrasi zat B (M)

m    = orde reaksi terhadap zat A

n     = orde reaksi terhadap zat B

untuk mencari orde reaksi total dari suatu reaksi maka dapat digunkan rumus :

Orde Reaksi = m + n

Berikut ini disajikan beberapa contoh kasus yang dapat terjadi :

a. Orde reaksi A = 1 dan B = 1, berarti orde reaksi totalnya = 2 dan bentuk persamaannya :

     a
b. Orde reaksi A = 2 dan B = 1, berarti ordereaksi totalnya = 3 dan bentuk persamaannya :

     b
c. Orde reaksi A = 2 dan B = 0, berarti ordereaksi totalnya = 2 dan bentuk persamaannya :

     c


           Dengan mengetahui orde reaksi zat A dan B beserta konsentrasi tiap-tiap zat tersebut dan kecepatan reaksinya kita dapan menentukan nilai dari ketetapan laju reaksi (k) tersebut. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan. Ketetapan ini dapat berubah-ubah, sebagai contoh, jika kita mengubah temperatur dari reaksi, menambahkan katalis atau merubah katalis. Jadi tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi tersebut sedangkan temperatur dan tekanannya tidak berubah/konstan.

Cara Menentukan Orde Reaksi

          Orde reaksi dari suatu reaksi dapat ditentukan melalui eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan mengubah-ubah konsentrasi salah satu zat yang bereaksi dengan cara menaikkan/menurunkan konsentrasinya sedangkan konsentrasi zat-zat lain dibuat tetap. Tiap-tiap perubahan konsentrasi yang terjadi kita amati perubahan laju reaksinya atau waktu reaksinya. Misalnya data eksperimen laju reaksi sebagai berikut :

materi 18

            Untuk mencari orde reaksi zat A kita perlu membandingkan dua data percobaan yang konsentrasi zat B nya tetap. Yakni kita pilih dua diantara percobaan 1, 4 dan 5. Tujuan dari pemilihan konsentrasi B yang sama adalah agar perbandingan zat B nya sama dengan 1 : 1, sehingga berapapun nilai orde reaksi B tetap perbandingan zat B nya 1 : 1. Ingat angka satu dipangkatkan berapapun nilainya tetap satu. Dalam contoh kali ini saya menggunakan percobaan ke 1 dan 4, maka perbandingan kedua percobaan tersebut adalah :

materi 19

           Dengan cara yang sama kita dapat mencari besarnya orde reaksi zat B. misalnya menggunakan data percobaan 1 dan 2 maka orde reaksi B = 1.

           Terkadang data percobaan tidak terbentuk perbandingan yang pas misalnya besar v1 tidak sama dengan 6 melainkan 6,13 sedangkan v4 tidak sama dengan 24 melainkan 24,49. Maka harus kita bulatkan sehingga perbandingan akhirnya tetap 1 : 4.

           Terkadang data percobaan yang ada terbatas. Misalnya data percobaan 1 dan 2 tidak ada, maka untuk mencari orde reaksi A kita tidak mengalami kesulitan karena kita bisa menggunakan data percobaan 4 dan 5 yang mempunyai nilai konsentrasi B yang sama. Lalu….bagaimana jika kita mau mencari orde reaksi B ?? Yang terpenting untuk mencari orde reaksi B adalah harus menggunakan data percobaan yang nilai konsentrasi B nya tidak sama. Yaitu data percobaan 3 dan 4.

materi 20
Terkadang juga data yang diketahui bukanlah kecepatan reaksi melainkan waktu reaksinya. Maka kita harus menggunakan perbandingan terbalik. Misalnya kita ingin mencari orde reaksi A dengan menggunakan data percobaan 1 dan 4 maka bentuk perbandingannnya :

materi 21

Jadi persamaan reaksi di atas adalah :

b
Dengan menggunakan salah satu data percobaan kita dapat memperoleh besarnya nilai ketapannya (k), misalnya data percobaan 1 :

6 = k.[0,1]2.[0,1]

k = 6.000

sehingga persamaan reaksinya menjadi :

v = 6.000 .[A]2.[B]

Recently Post


Pembahasan

Pembahasan Soal Soal pilihan Ganda Laju reaksi adalah kecepatan berkurangnya konsentrasi reaktan atau bertambahnya konsentrasi produk setiap satuan waktu. Dari pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa konsentrasi reaktan yaitu P dan Q2 akan berkurang dan konsentrasi produk (sebelah kanan tanda panah) yaitu P2O3 akan bertambah. Jadi jawaban yang benar adalah…

Avogadro

            Avogadro adalah salah satu aplikasi editor molekul yang bisa dikatakan  canggih, dimana aplikasi ini dirancang untuk berbagai jenis platform sistem operasi, yang salah satunya adalah sistem operasi Linux BlankOn. Aplikasii ini digunakan dalam kimia komputasi, pemodelan molekul, bioinformatika, ilmu material, dan bidang terkait. Dengan aplikasi ini kita dapat dengan…

Latihan 1

Latihan Soal A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!     1. Laju reaksi 2P + 3Q2 à P2O3 dapat dinyatakan sebagai…. Penambahan konsentrasi P, Q2, dan P2O3 tiap satuan waktu Penambahan konsentrasi P tiap satuan waktu Penambahan konsentrasi Q2 tiap satuan waktu Penambahan konsentrasi P2O3 tiap satuan waktu Penambahan konsentrasi…

HANDOUT

LAJU REAKSI        A. Pengertian Laju Reaksi             Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali reaksi-reaksi kimia yang terjadi tanpa kita sadari bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa kimiawi. Beberapa reaksi kimia berlangsung cepat dan beberapa lagi terjadi sangat lambat. Hal tersebut terjadi karena perbedaan kecepatan reaksi. Kecepatan suatu reaksi sering disebut…

Perbedaan Lemak dan Minyak

            Pernahkah anda bertanya kepada seseorang ataupun sekedar terlintas di benak anda, mengapa pada suhu kamar lemak dan minyak memiliki bentuk atau wujud yang berbeda padahal bahan penyusunnya sama yaitu lipid???             Sebelum menjawab pertanyaan tersebut alangkah lebih baiknya kita mengetahui dulu apa itu lemak dan apa itu minyak. Lemak…

Konsentrasi

Lembar Kerja Siswa (Tugas Kelompok) Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju Reaksi   Tujuan Siswa dapat mengetahui pengaruh konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi. Alat dan Bahan Alat :                                          Bahan : 1. Tabung reaksi                     1.  Kepingan magnesium 2. Stopwatch                            2.  Larutan HCl 1M, 2M, dan 3M Langkah Percobaan 1. Masukkan :    …